Langkah – Langkah melakukan RJP
1. Posisikan penderita terlentang di atas dasar yang keras. Misalnya di Lantai jangan di kasur.
2. Bebaskan pakaian di sekitan dada penderita.
3. Posisikan diri penolong di sebelah kanan penderita. Upayakan senyaman mungakin. Kedua lutut dibuka kira – kira selebar bahu.
4. Tentukan pertemuan lengkung iga kiri dan kanan. Raba rusuk paling bawah geser sampai bertemu dengan rusuk sisi berlawanan.
5. Tentukan titik pijatan dari pertemua ke 2 rusuk tersebut diukur 2 jari ke atas pada garis tengah tulang dada.
6. Posisikan tangan penolong pada titik pijatan.
7. Bahu penolong harus tegak
Pertolongan Pertama
1. Penilaian Keadaan (Leader)
Tahap ini dilakukan oleh si penolong untuk mengetahui keadaan baik si korban maupun mekanisme kejadian. Dalam melakukan penilaian keadaan ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu penolong melakukan analisa yaitu :
1. Menanyakan mekanisme kejadian
2. Menanyakan Jumlah korban
3. Menanyakan keadaan Lingkungan
4. memperkenalkan diri
5. meminta Izin melakukan pertolongan
2. Penilaian DINI (Leader)
a. Kesan umum
Pada langkah ini pertama – tama penolong harus menentukan apakah kasus yang dihadapi adalah kasus trauma atau kasus medis.
Kasus Trauma adalah kasus yang disebabkan oleh suatu ruda paksa. Mempunyai tanda-tanda yang jelas terlihat atau teraba.
Contoh : luka bakar, luka memar, patah tulang dll.
Kasus Medis adalah kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat ruda paksa. Contoh: sesak nafas, pingsan,. Pada kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari riwayat gangguannya. Misalnya meminta penderita itu sendiri, keluarganya bila di rumah atau saksi mata bila di luar rumah untuk menjelaskan keadaan penderita dari awal gejalanya sampai menjadi parah serinci mungkin.
(Ruda paksa adalah sejenis benturan.)
b. Memeriksa Respons
Respon seorang penderita adalah suatu cara sederhana untuk mendapatkan gambaran berat ringannya gangguan yang terjadi dalam otak.
Respon dinilai berdasarkan reaksi yang diberikan seorang penderita terhadap rangsang yang diberikan penolong. Respon penderita dibagi menjadi 4 tingkat yaitu Awas, Suara, Nyeri, Tidak Respon (ASNT)
A= awas
Penderita ini sadar dan mengetahui keberadaannya. Biasanya ditandai pasien tanggap terhadap orang, waktu, tempat serta namanya. Akan tetapi mungkin juga sebagian penderita terkesan sadar penuh namun tidak menyadari keadaan lingkungan dimana mereka berada.
S = Suara
Penderita dikatakan respon terhadap (rangsang) suara yang diberikan penolong jika :
Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara
Penderita yang tidak dapat menjawab mengenai tempat dan waktu akan tetapi dapat mengikuti perintah sederhana.
Pada tahap ini penolong memberikan respon suara dengan cara menepuk bahu penderita dan tanyakan dengan suara lantang.
N = Nyeri
Penolong memberikan rangsangan berupa nyeri dengan cara cubitan kuat, penekanan ditengah tulang dada (bila tidak ada cedera dada). Bila penderita respons terhadap suara, maka rangsang nyeri ini tidak perlu dilakukan. Reaksi yang terlihat mungkin hanya membuka mata, erangan, melipat atau menjauhkan alat gerak, dan gerakan lainnya.
Pergelangan Tangan (pembuluh nadi pergelangan tangan/A.radialis)
Lipat Paha (pembuluh Nadi lipat paha/A.femoralis)
Caranya :
a. raba nadi yang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah. Jangan menggunakan ibu jari, karena ibu jari memiliki denyut nadi sendiri yang dapat mengganggu penilaian kita.
b. Apabila denyut nadi teratur, nadi diperiksa selama 15 detik, hasilnya dikali 4. apabila tidak teratur, maka harus dilakukan selama 60 detik.
I. Pemeriksaan Pernafasan
Letakan tangan anda/tangan penderita pada dada atau perutnya lalu amati gerakan naik turunnya. Satu pernapasan adalah satu kali menghirup nafas dan satu kali mengeluarkan napas. Pernapasan dihitung selama 30 detik kemudian dikali 2 untuk mendapatkan hasil 1 menit. Jangan sampai penderit mengetahui anda akan memeriksa napas. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekeliruan dalam pemeriksaan.
II. Pemeriksaan suhu Tubuh
III. Warna kulit
IV. Pemeriksaan tekanan darah.
Bila ada alat penunjang yaitu Sfigmanometer (alat pengukur tekanan darah) tahap ini bisa dilakukan.
6. Periksa tulang belakang
Tahap ini dilakukan saat memindahkan penderita ke atas tandu atau papan spinal. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari PLNB.
7. Evakuasi pasien
8. Pemeriksaaan Berkala.
Tulang rusuk (PLNB)
Perut
Kuadran atas kanan
Kuadran atas kiri
Kuadran bawah kanan
Kuadran bawah kiri
Panggul
(tekan dgn ke dua tangan kemudian gerakan )
Anggota gerak atas (Lengan)
Lengan Atas (PLNB)
Persendian (PLNB)
Lengan bawah (PLNB)
Telapak Tangan (GSS (gerakan sensasi sirkulasi)
Anggota Gerak Bawah (Tungkai)
Tungkai Atas (PLNB)
Persendian (PLNB)
Tungkai bawah (PLNB)
Telapak kaki (GSS (gerakan sensasi sirkulasi)
5. Periksa Tanda Vital
Denyut Nadi
Pernapasan
Kulit
Suhu Tubuh
Tekanan darah
I. Pemeriksaan denyut nadi
Nadi dapat diperiksa di :
Leher (Pembuluh nadi Leher/A. Karotis)
Lengan atas (Pembuluh nadi lengan atas/A. Brakialis) pada bayi
T = Tidak Respon
Jika penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun maka orang itu dinyatakan tidak respon. Seorang penderita yang tidak sadar pasti memerlukan penanganan jalan nafas. Dan penatalaksanaan lainnya.
c. Membuka Jalan Nafas (Leader)
Ada dua cara untuk membuka jalan nafas
ADTD (Angkat Dagu Tekan Dahi) untuk pasien Respon
Caranya :
1. Letakkan tangan kiri anda pada dahi penderita.
2. Tekan dahi sedikit mengarah kebelakang.
3. Letakan ujung jari tangan kanan dibawah bagian ujung tulang rahang bawah.
4. Angkat dagu ke depan. (lakukan gerakan ini bersamaan tekan dahi)
5. Pertahankan tangan di dahi penderita untuk menjaga posisi kepala tetap ke belakang.
6. Buka mulut penderita dengan ibu jari tangan yang menekan dagu.
Jawtrust, untuk pasien tidak Respon.
Caranya :
1. Berlutut di sisi atas kepala penderita. Letakan kedua siku penolong sejajar dengan posisi penderita. Kedua tangan memegang sisi kepala.
2. Kedua sisi rahang dipegang (jika pasien anak kecil/bayi gunakan 2 atau 3 jari pada sisi rahang bawah)
3. Gunakan kedua tangan untuk menggerakan rahang bawah ke posisi depan secara perlahan. Gerakan ini mendorong lidah ke atas sehingga jalan nafas terbuka
4. Pertahankan posisi pasien tetap terbuka.
*Jangan lupa untuk memeriksa mulut penderita terutama yang mengalami penurunan respon/tidak ada respon. Apakah ada suatu benda yang dapat menyumbat saluran nafas.(sisa makanan, gigi palsu dll).
Jika penolong datang dengan tim. Maka lakukan perintah:
Nilai Pernafasan
Cek nadi
Tanya Saksi
Hubungi Bantuan
Siapkan Pertolongan.
d. Menilai Pernafasan (pemerikasa fisik)
Nilai pernafasan si korban dengan LDR (Lihat Dengar Rasakan) nilai selama 3 – 5 detik.
Caranya : letakan tangan penolong di atas perut Korban sedangkan posisi kepala ada di atas mulut si korban dengan mengarahkan telinga diatasnya. Dilihat apakah ada tanda-tanda pernafasan di perutnya. Didengar apakah ada hembusan nafasnya. Dirasakan nafasnya ada atau tidak.
Jika si korban tidak terlihat tanda-tanda bernafas, maka
Berikan nafas awal 2 kali.
*Cek nadi karotis (pada Leher). Selama 5 – 10 detik.
Jika nadi tidak ada, maka lakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Berikan nafas 2 kali
LDR (apakah nafasnya ada atau tidak)
Jika tidak ada nafas Maka (back to* sampai nafasnya ada. Jika tidak di temukan korban benafas maka penolong bisa langsung membawanya ke tim medis. Dan tidak perlu melanjutkan pertolongan. Akan tetapi jika korban masih benafas, maka penolong bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
e. Periksa pendarahan
Raba seluruh bagian tubuh si korban, apakah ada pendarahan terjadi atau tidak. Bagiannya adalah sebagai berikut :
a. Kepala g. Panggul
b. Leher h. Lengan
c. Tulang selangka i. Tungkai
d. Dada
e. Tulang rusuk
f. Perut
f. Periksa Fisik
Raba seluruh bagian tubuh si korban, apakah ada luka patah tulang atau pendarahan lainnya. Bagian yang diperiksa adalah sbb:
Kepala
Tengkorak bawah
Tengkorak atas
Dahi
Mata (pupil, bola mata, warna mata)
Tulang hidung (lubang hidung)
Pipi
Tulang rahang
Mulut (pangkal tenggorokan, Lidah, Gigi) ada cairan yang terlihat atau tidak
Telinga (daun telinga, Lubang telinga) ada cairan yang terlihat atau tidak
Leher
Tulang belakang leher (PLNB)
Pembuluh (ada pembesaran pada pembuluh/tidak)
Tenggorokan (ada pembengkokan pada tenggorokan/tidak)
Bahu
Tulang selangka
Dada (keseimbangannya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan masukan komentar anda. . Jk blum trdaftar akun google gunakan anonim. . Thx